|
|
~ Arief - My Life, My World ~ ~ Agus - Aryaitem ~ ~ Rio - For a Moment~ ~ Luigi - My African Journey ~ ~ Pras - My Path ~ ~ Alice - Alice In Wonderland...~ ~ Vina - Please Don't Leave Me Alone...~ ~ Namrin - Burn...~ ![]() |
...Rest In Peace...
He was not a perfect best friend. Not a perfect brother. But that's the thing that makes him the best. He scolded and berated me when others let me get away with things I've done or said. He tolerated me and gave me trust when others tried to tell me what to do or say. When they tried to mold me into some image they perceived best for me and everybody. I didn't always know it. Didn't always see or hear it. ...But I've always found out later that he always there around me, looking out for me and my big sis in his own way. He told me to forget others' words and thoughts. To do what I think what's best. Even if he didn't agree with it sometimes, he never really told me what to do. He just lined up his thoughts and disagreeness, but he never said "I don't want you to...". All he ever said was only "I trust you and the rest is up to you to decide what's best for you...". He was not a saint or your poster boy for outstanding student or too goody old shoes little boy next door. Most of the time he was the opposite of what every parents thought their favourite son should be. But he has seen a lot in his own life. In his own special ways. That's why he was more tolerant than every self-proclaimed tolerant person I've ever met. But he also could be so strict and stern on his opinion about things that, surprisingly, some supposedly decent and good-mannered people think as normal or far from indecency.
He understood that a simple trust means anything to every teenager than any long elaborate patronizing speech of good and evil. ...Cause he was a teenager himself. An ordinary teenager who had already seen lots of things in his own short life than most adults in all their lifes.
He was a walking contradiction. Lots of people despised him. Lots of others adored him. He was sly, he was honest. He could be a jerk, he could be a gentle person. He could be childish and immature, he could be wise, caring, and brotherlike. He was smart, quick-witted. He was idiotic, nonsensical. He was short-tempered most of the times, but amazingly level-headed on many other occasions when it required him to do so. There were times I hated him so much. There were times I admire and love him with the same intensity. ...But he has gone now. It was so quick. Jst a few lines on the phone and my world turned upside down. He died because of wet lung disease. Tuesday, March, 01, 2005. At 2.30 AM. I won't question anything. Or regret anything or start rehearsing some "what if..." speech. Cause I'd hate it if I turn into that kind person. Things happened. And we shouldn't question fate. ...I'm just gonna sit here for awhile and reminisce every good and bad memory he has left me with. Then cherish all of them inside my heart forever. Thanks for giving me fond memories of having a big brother. A precious funny irritating friend. There's no big brother as great as you in my life. You're the first and forever you shall remain that way. Rest in peace. May Allah SWT place you beside him. Forgive all of your mistakes and multiply the reward for all of the kindness and good things you've ever made in your life. I pray for you. And for your beloved family. May God give them strength to accept the loss and make peace with the sadness. To go on living their everyday life with the company of your precious memories. Inalillahi wainailaihi rojiun.
Fateful Day would I go down the same path as they did? Or would it be me who'll be standing there I wish this 'me' wasn't so complicated that it hurts others around me this rollercoaster emotion you take me in for a ride
Ambiguitas kompromi Kompromi, kompromi. Hmm...walau emang kita sadar bener klo itu gak terhindarkan dari fakta hidup manusia sebagai makhluk sosial, tapi tetep aja, ya, kadang pengen ngomong, *sori* "Compromise be damned!" Hehehe.
Kalau bikin salah, wajib minta maaf. Kalau di ruangan yang lagi hening, jangan sampai bikin ribut. Kalo demen sama orang ada A-B-C-nya, jangan langsung nyosor. ^___^
Kompromi juga bisa diartikan sesuatu yang harus dilakukan karena ada standar tertentu yang harus dicapai, dipenuhi. Misal, kalo ke resepsi merit-nya seseorang, klo bisa gak pakai jins karena katanya gak sopan, kesannya terlalu kasual en gak ngehormatin yang punya hajat. Ada pakem tertentu tentang busana dan batasan apa yang dianggap sopan dan pantas untuk acara seperti itu. Padahal sih kata gw tergantung mix matchnya aja. Gw klo gak kepaksa banget males pake gaun or kebaya ke resepsi. Ribet. Makanya gw lebih sering pake jins dipadu ma kebaya. Bisa langsung cabut maen kelar dari sana soalnya, hehe. Asal lo bisa mantesin dengan dandanan menurut gw jins juga bisa keliatan anggun. Kebaya dengan unsur tradisionalnya juga bisa menyamarkan kesan kasual jins dengan baik kok. Tapi kembali lagi, masalahnya pakem yang dah kental di masyarakat masih nganggap jins itu non formal wear. En sebagian besar orang gak pengen jadi black sheep of society dengan mencoba mengkonfrontasi standard tertentu dalam masyarakat.
Tapi sampai batas mana kompromi itu masih bisa dianggap kompromi biasa demi menjaga kepentingan umum, atau sudah berubah melewati batas menjadi invasi terhadap hak-hak pribadi dan individu?
Klo pekarangan rumah kita terpaksa berkurang karena dipake untuk keperluan pelebaran jalan, maka kehilangan dalam bentuk properti itu akan dikompensasi dalam bentuk yang sama. Uang ganti rugi. Ini terlepas dari sesuai atau tidaknya besar uang itu, cause let's face it, ukuran tanah emang bisa diitung riil, tapi sentimen rasa kehilangan yang abstrak pasti nilainya berbeda untuk tiap orang. Terlebih lagi, ironisnya, kalo boleh bawa-bawa latar belakang akademis, dalam UUPA (Undang-undang Pokok Agraria) hak milik atas tanah itu dianggap hak terkuat warga negara yang gak bisa diganggu-gugat. Artinya mutlak. Karena sejak dulu dalam adat kita tanah dianggap harta kekayaan tertinggi. Tapi di UU yang sama juga dinyatakan klo hak milik atas tanah yang seharusnya mutlak itu ternyata juga bisa dianulir klo berhubungan dengan kepentingan umum (misal:pelebaran jalan tadi). Jadi? Bingung? Ambigu? Jangan tanya gw. Gw belum punya gelar SH en yang bikin UU itu bukan gw. :P
Kembali lagi, kalo kehilangan hak atau pelaksanaan kompromi itu berbentuk riil atau setidaknya juga punya sisi riil, maka masih ada kemungkinan dilakukan penggantian kerugian.
Tapi, kalau yang tercerabut itu benar-benar hak individu yang gak tergantikan dan udah terintegrasi sedemikian kuat dalam dirinya? Yang gak punya sisi riil sama sekali sehingga gak bisa dihitung besar kerugian nominalnya? Kalau udah sampai batas itu, kita jadi kepikiran kenapa yang ada cuma sanksi sosial, tapi gak ada comfort or ganti rugi sosial...
Masyarakat itu emang kadang entitas yang egois. Seringkali segala sesuatu yang berhubungan dengannya sifatnya hanya satu arah doank... Everything for the greater goods.
Gw mau ngomong untuk seorang temen deket gw. Ini sebenernya ide yang basi mungkin buat sebagian orang en gak bener-bener baru. Di luar negeri udah banyak yang turun ke jalan memperjuangkan ide ini. To have a true freedom to choose one's own preference on life and sexual partner.
Segala nilai yang ada di masyarakat, religius, sosial, dsb, mengharuskan kita mematuhi perangkat nilai tersebut. Untuk berkompromi. Mengkompromikan kepentingan pribadi agar sejalan dengan kehendak dan kepentingan umum demi kesejahteraan bersama.
Tapi, apakah bayangan personal tentang pasangan hidup seseorang itu merupakan sesuatu yang mengancam kesejahteraan umum? Apakah jenis kelamin seseorang menjadi lebih penting diatas kenyataan bahwa pihak-pihak yang menjalani hubungan itu merasa bahagia di dalamnya?
Sejak kapan menjadi normal itu juga harus dikompromikan?
Mungkin gw terdengar naif. Tapi, terus terang, emang gw gak ngerti kenapa kadang masyarakat meminta terlalu banyak dari anggotanya dan hanya memberi sedikit in return.
fangirl's rambling, mass media Aaaaah.....run away, ruuuuun!
Nah, setelah gw menyelesaikan sedikit internal issue tadi mari kembali ke jalur yang benar, shall we, people?
Hm, abis nonton Hustle di Global TV en gw tergubrak-gubrak karena ternyata ada juga versi muda-nya Denzel Washington! ( Oke, mulai dari sini sampe selesai entry ini gw kayaknya bakal terdengar kayak screaming fangirl on steroid, jadi buat orang-orang yang ngerasa 'eeyuh' ma kelakuan yang cewek banget model gitu, dipersilakan utk gak nerusin baca, hehe..)
Adrian Lester. Whoa. And that british accent. Double whoa. And that 'tension' between him and that Danny Blue character. Triple whoa.
Hehehehe, mo diterusin? Eh...apa? Wah, udah ada korban-korban yang bertumbangan? Waaah, padahal gw belon ngeluarin setengah dari kejayusan gw neeeh. ^____^ Ayo, dong, people, be brave. Seperti kata lagu-nya Alter Bridge, band recycle Creed yang cuma dituker tambah vokalis doang itu, "Open Your Eyes"-lah pada realita klo di dunia ini ada juga makhluk kayak gw yang turut berbagi oksigen yang sama dengan kalian. :P Too bad, but I'm staying. Hehehe.
Ah, ya udah deh. Gw bersimpati dengan kalian. Fangirl's rambling-nya cukup ampe disini aja. Tapi, uuugh, garis-garis ketawa halus di sudut matanya itu loh, bikin gw yang lagi duduk nyeleneh di sofa tambah merosot-merosot. (biasa, efek samping kebanyakan nonton anime. Jadi suka meng-kopi gerakan-gerakan yang gak mungkin.) Hm, gw nemu satu pic sih yang ada dianya (duh, ampun, susah banget nyari pic dia yang bagus. Tau gak?) Tapi, percaya deh aslinya di TV lebih dazzling daripada pic ini. Look at the eyes, people, the eyes. Drool. Pokoknya nonton aja deh kapan-kapan di TV. Haha, ini bukan promosi. Gw gak dibayar apa-apa loh sama Global. :P
Hmm....klo ngebaca lagi entry ini dari atas jadi kepikiran... Apa gw emang bener-bener udah terlanjur basah (yee...dangdut! :D) jadi bagian generasi yang dikendaliin ama mass media power, ya....? Hm, cuma mikir iseng doang sih. Tapi, emang di jaman sekarang mass media itu emang powernya gede banget kan. Kalo pun lo gak punya power fisik untuk nekan seseorang, lo bisa berbekal satu laptop simpel en, hmm.... kayak jargon iklan yang dulu pernah nge-trend itu, "...selanjutnya terserah anda." Character assassination is also a very powerful weapon.
Gw kepikiran ini coz semalem baru baca tentang salah satu band duo jepang yang gw demen, Chemistry, en cara2 pemasaran mereka buat ngedongkrak penjualan album. Pas album pertama en ketiga beredar, pihak eksekutif Sony make cara seolah-olah seluruh website Sony di seluruh dunia tuh dibajak khusus untuk muterin vidklip andalan mereka dari album2 itu, non stop selama 48 jam! Dan emang sih berhasil. Begitu dikeluarin rekamannya, besoknya album mereka dah ludes di toko-toko en nyampe angka 1 juta kopi hanya dalam dua hari! Wow. Kadang-kadang emang bikin serem tuh barang yang namanya mass media. ^___^
Tapi, teuteup, ngomong gini juga balik-baliknya pasti kita begitu bangun pagi bakal nyempetin nonton TV, liat berita, or nyampe kantor/skul bakal ngecek email/blog/situs, dsb. Ehehehe, can't live without it, can't fight it. Lagian juga gak semua stuff dari media itu efeknya negatif, kan. Tinggal gimana kita mem-filternya, ya gak? (ciee....sok tua, gak pantes bgt :P)
Cuma tinggal satu pertanyaan gw sekarang....
....gimana caranya mem-filter tampang-tampang good looking itu biar gak bercokol di otak gw????
Keywords ![]()
Okeee....hmmm, berhubung gw lagi bengong gak ada kerjaan. Sedangkan di luar ujan pula, dingin, plus perut kelaperan, dan yang pasti bikin otak tambah buntu gak bisa mikir ide untuk entry baru. Akhirnya iseng-iseng mutusin utk nge-klik account blogpatrol gw untuk blog ini. Gak detil banget sih servis yg disediain tapi lumayan lah klo buat keep track sapa aja yang dateng kesini (maklum free site ^__^ ).
Hmmmm, dan tau gak apa yg gw temuin pas itu account dah kebuka di depan mata?
- 07:31:52 shrek1 songs (Yahoo) - 04:19:30 konflik pembagian warisan (Google) - 20:59:30 pembagian waris banci (Google) ---> (no comment deh. Salah gw sendiri yg emang ngetik kata-kata di salah satu entry en bisa dijadiin keyword untuk ini, hehe) - 06:57:18 cewek feminin (Google) ---> (whoa, gak tau mesti nyengir bajing apa kudu tersipu malu tersanjung berat nih baca keyword ini. ^___^ Tapi beneran deh, klo dah baca blog ini juga bakal tau sendiri klo gw gak ada femini-femininnya. Tapi yaaah...penampilan emang bisa nipu. And that's the beauty of life. ...Sometimes. :P) - 08:22:47 Queer as Folk (Google) ---> (angkat tangan deh. Guilty as charged. Hihihi) - 02:15:01 tsunami nicolas saputra (Google) ---> (bingung, judulnya. Kok bisa-bisanya ya nyambungin tsunami ma nicolas saputra...? Hmmm....jadi penasaran... :P) - 09:21:01 chantique beauty series (MSN) - 09:08:12 %22toto chan%22%2C%22tetsuko%22 (Yahoo) - 10:26:20 artifisial rock (Yahoo) - 17:44:39 mencari donasi tsunami (Google)
|